5 Bahan Alami yang Bisa Bantu Mengobati Penyakit Jantung

By | Desember 13, 2020

Menurut keterangan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu dunia selama 20 tahun terakhir. Bahkan, jumlah kematian yang diakibatkannya meningkat.

Tahun 2019, tercatat hampir 9 juta orang di dunia meninggal karena penyakit jantung, angka ini meningkat sebanyak lebih dari 2 juta jiwa bila dibandingkan dengan tahun 2000. Dari berbagai penyebab kematian, penyakit jantung menyumbang sebanyak 16 persen.

Gaya hidup sehat terbukti bisa menurunkan risiko penyakit jantung. Di bawah ini ada beberapa jenis makanan yang bisa bertindak sebagai obat alami penyakit jantung, selain terapi utama dari dokter. Selain bisa mencegah, mengonsumsi makanan-makanan di bawah ini juga bisa meringankan gejala penyakit jantung.

1. Bawang putih

Memiliki rasa dan bau yang kuat, bawang putih sering dijadikan sebagai bumbu masakan. Jika menilik sejarah, berdasarkan laporan yang dimuat dalam Journal of Vitamin, dahulu kala, penggunaan utama bawang putih justru lebih banyak untuk pengobatan.

Dalam banyak budaya, bawang putih diberikan pada pekerja untuk memberi kekuatan dan meningkatkan kapasitas kerja mereka. Para atlet Olimpiade di zaman Yunani Kuno dulu disebut-sebut makan bawang putih sebelum bertanding karena dipercaya dapat meningkatkan performa mereka.

Manfaat bawang putih bagi kesehatan jantung sudah banyak diteliti. Melansir Healthline, dari berbagai studi, diketahui bahwa bawang putih dapat menurunkan kadar kolesterol complete dan kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) hingga 10-15 persen.

Salah satu senyawa yang berperan besar terhadap khasiat bawang putih di bidang kesehatan adalah allicin, senyawa sulfur yang terbentuk setelah bawang putih dipotong-potong atau dihancurkan.

Menurut laporan dalam jurnal Molecules, allicin memiliki berbagai karakteristik kesehatan, di antaranya adalah sifat antikanker, antimikroba, serta bisa menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung.

2. Teh hijau

Selama berabad-abad, teh hijau telah dikonsumsi banyak orang di dunia karena manfaat sehat yang dimilikinya. Sebuah penelitian yang terbit dalam Journal of the American School of Vitamin menemukan, minum 5-6 cangkir teh hijau per hari dapat menjaga kesehatan kardiovaskular dan metabolisme tubuh.

Rutin minum teh hijau bisa berdampak baik bagi jantung berkat kandungan utamanya, yakni epigallocatechin gallate (EGCG), yang telah terbukti secara ilmiah bisa menjaga sistem kardiovaskular tetap sehat.

3. Buah delima

Layaknya teh hijau, jus buah delima pun telah dikonsumsi sejak lama karena diyakini bermanfaat bagi kesehatan. Hal ini pun sudah dibuktikan lewat sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Complementary Therapies in Scientific Observe tahun 2011.

Hasil penelitian menyimpulkan, jus buah delima kaya akan kandungan tanin yang memiliki karakteristik anti-aging atau anti penuaan, memiliki karakteristik anti aterosklerosis, dan mengandung sifat antioksidan yang sangat kuat.

Konsumsi jus buah delima juga diketahui mampu menurunkan tekanan darah sistolik dan menghambat aktivitas serum ACE (angiotensin-converting enzyme), sehingga sangat menyehatkan bagi jantung.

4. Kunyit

Jenis makanan lain yang bisa berperan sebagai obat alami penyakit jantung adalah kunyit. Mengutip WebMD, kunyit mengandung senyawa polifenol kurkumin yang bersifat antioksidan dan antiperadangan.

Ada sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti Prancis dengan menggunakan 20 tikus percobaan. Hasilnya, jumlah tumpukan lemak di arteri pada tikus yang diberi makanan mengandung kurkumin turun hingga 26 persen, dibanding tikus yang tidak diberi kurkumin.

Ada banyak manfaat kurkumin bagi kesehatan jantung, antara lain bisa mencegah gagal jantung, menghambat perkembangan aterosklerosis lebih parah, mengatasi penyumbatan arteri, serta mengurangi berbagai faktor risiko penyakit jantung lainnya.

5. Jahe

Melansir laman NutraIngredients-USA, jahe merupakan salah satu jenis rempah yang kaya akan senyawa antioksidan, di antaranya adalah senyawa gingerol, shogaol, zingerone, dan senyawa turunan keton lainnya. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, dan antiproliferasi.

Pengaruh konsumsi jahe terhadap kesehatan jantung telah diteliti dan diterbitkan di jurnal Vitamin. Hasilnya, konsumsi 2-4 gram jahe per hari dapat menurunkan risiko hipertensi sebanyak 8 persen, dan penyakit jantung sebanyak 13 persen.

Meski memiliki khasiat yang baik terhadap kesehatan jantung, tetap saja mengonsumsi asupan di atas tidak boleh dilakukan secara berlebihan dan tidak boleh dijadikan terapi utama. Terapi utama tetap harus dari dokter. Untuk lebih amannya, konsultasikan dulu ke dokter khususnya bila kamu sedang dalam pengobatan penyakit jantung, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *